0

LTM MPKT Pemicu 6: Ketidakpahaman Masyarakat Terhadap Etika Lingkungan Menyebabkan Kerusakan Lingkungan

Ketidakpahaman Masyarakat Terhadap Etika Lingkungan Menyebabkan Kerusakan Lingkungan

Oleh Ragil Yuli Atmoko*

1006672863

* Mahasiswa Program S1 Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Depok.

Kelas MPKT A

 

Indonesia is a country rich in natural resources. Utilization of natural resources can cause excessive environmental damage. This article aims to explain the concept of environmental ethics to prevent environmental damage by using the method of literature study. A conclusion of this paper is people have to understand about the concept of environmental ethics so as to manage natural resources responsibly.
Key words: environmental ethics, environment, natural resources, natural disasters.

 

 

Indonesia merupakan Negara yang kaya sumber daya alam. Indonesia mempunyai banyak kekayaan yang patut dibanggakan serta dilestarikan keberadaannya. Pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan alam. Sebagian masyarakat Indonesia hanya dapat memanfaatkan sumber daya alam yang di Indonesia tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan. Tulisan ini akan membahas etika lingkungan sebagai kunci untuk memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan.

 

 

Kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia sekarang semakin memprahatinkan. Hutan-hutan di Indonesia saat ini mengalami penyusutan. “Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan rusak, diantaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan” (Badan Planologi Dephut, 2003). Kondisi ini tentu dapat meyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Kerusakan lingkungan yang terus menerus dapat menyebabkan bencana alam yang merugikan manusia.

 

 

Kerusakan lingkungan terutama berkurangnya hutan di Indonesia, maka sebagian besar kawasan Indonesia rentan terhadap bencana alam. “Sejak tahun 1998 hingga pertengahan 2003, tercatat telah terjadi 647 kejadian bencana di Indonesia dengan 2022 korban jiwa dan kerugian milyaran rupiah, yang diakibatkan kerusakan hutan” (Bakornas Penanggulangan Bencana, 2003). Bencana banjir di daerah Papua tepatnya Wasior merupakan contoh nyata dari sekian banyak bencana alam yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan. Untuk dapat menanggulangi kerusakan lingkungan di Indonesia, masyarakat harus memahami konsep etika lingkungan sebagai upaya untuk pemanfaatan lingkungan yang bertanggung jawab.

 

 

Konsep etika lingkungan tidak terpisah dari konsep mengenai etika. “Etika merupakan ilmu pengetahuan tentang kesusilaan (moral), berarti etika membicarakan kesusilaan (moralitas) secara ilmiah” (Soemiarno, Kartono, Purbaningsih, 2010). Etika mempelajari bagaimana seseorang merenungkan secara mendalam tentang berbagai ajaran moral (kebaikan). “Etika lingkungan merupakan petunjuk atau arah perilaku praktis manusia dalam mengusahakan terwujudnya moral lingkungan” (Soemiarno, dkk, 2010).

 

 

Konsep pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab merupakan langkah yang baik dalam mengatasi kerusakan lingkungan. Pengelolaan sumber daya alam hendaknya dimanfaatkan secara optimal tanpa mengurangi nilai manfaat dari sumber daya alam tersebut serta tidak memberikan kerusakan lingkungan. “Pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab merupakan proses pengelolaan sumber daya alam yang sesuai dengan kebtuhan saat ini tanpa mengurangi kebutuhan generasi yang akan datang” (Soemiarno, Kartono, Purbaningsih, 2010).

 

 

Daftar Pustaka:

Fresly, L. “Makalah Lingkungan Hidup.” Style Sheet. http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_13615/title_tugas-makalah-tentang-lingkungan-hidup/ (01 Desember 2010)

Irham. “Tantangan Pengelolaan Sumber Daya Pangan Indonesia. Style Sheet. http://pslh.ugm.ac.id/home/data/work-sda/Sesi_2b.pdf (01 Desember 2010)

Santosa, H. “Refleksi Atas Etika Lingkungan Johan Galtung” Style Sheet. jurnal.filsafat.ugm.ac.id/index.php/jf/search/titles?searchPage=2 (01 Desember 2010)

Soemiarno, S., Kartono, H., Purbaningsih, S. (2010). Buku ajar III, bangsa, budaya, dan lingkungan hidup di Indonesia. Jakarta: badan Penerbit FK UI.

 

 

INGAT: Mengutip sebagian atau seluruh isi dari tulisan ini tanpa izin penulis adalah tindakan PLAGIARISME.