Caring dalam Konsep Keperawatan

Oleh Ragil Yuli Atmoko

1006672863*

*Mahasiswa Program S1 Ilmu Keperawatan, UI Depok

2010

 

Perawat merupakan profesi yang mulia. Menjadi perawat tidaklah mudah seperti orang pikirkan. Merawat orang sakit merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Untuk itu perawat memerlukan kemampuan khusus dan kepedulian sosial yang mencakup ketrampilan intelektual, teknikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring atau kasih sayang/cinta. Tulisan ini akan membahas tentang pengertian caring secara umum.

Caring adalah fenomena universal yang mempengaruhi cara manusia berpikir, merasa, dan mempunyai hubungan dengan sesama. Sejak Florence Nightingale, perawat harus mempelajari pelayanan dari berbagai filosofi dan persepsi etik. Caring sebagai bentuk dasar dari praktik keperawatan di mana perawat membantu klien pulih dari sakitnya, memberikan penjelasan tentang penyakit klien, dan mengelola atau membangun kembali hubungan. Caring membantu perawat mengenali intervensi yang baik, dan kemudian menjadi perhatian dan petunjuk untuk memberikan caring nantinya.

Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdediksi bagi orang lain (sense of dedication to another person), pengawasan dengan waspada (watchful supervision), perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi (feeling exhibiting concern and empathy for others and a loving feeling). Secara teoritis, pengertian caring adalah tindakan yang menunjukan pemanfaatan lingkungan pasien dalam membantu penyembuhan, memberikan lingkungan yang bersih, ventilasi yang baik dan tenang kepada klien (Florence Nightingale, 1860). Caring atau care tidak mempunyai pengertian yang tegas, tetapi ada tiga makna dimana ketiganya tidak dapat dipisahkan yaitu member perhatian, bertanggung jawab dan ikhlas (Delores Gaut, 1984). Dalam keperawatan, caring merupakan bagian inti yang penting terutama dalam praktik keperawatan. Rubenfeld (1999), mendefinisikan “Caring” : memberikan asuhan , dukungan emosional pada klien, keluarga dan kerabatnya secara verbal maupun non verbal. Jean Watson (1985), “Caring” merupakan komitmen moral untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan martabat manusia.

Caring merupakan “heart” profesi, artinya sebagai komponen yang fundamental dari fokus sentral serta unik dari keperawatan (Barnum, 1994). Meskipun perkataan caring telah digunakan secara umum, tetapi tidak terdapat definisi dan konseptualisasi yang universal mengenai caring itu sendiri (Swanson, 1991, dalam Leddy, 1998). Setidaknya terdapat lima perspektif atau kategori mengenai caring, yaitu caring sabagai sifat manusia (Benner & Wrubel, Leininger), caring sebagai intervensi terapeutik (Orem), dan caring sebagai bentuk kasih sayang (Morse et al., 1990, dalam Leddy, 1998).

Marriner dan Tomey (1994) menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan kemanusiaan, inti dari praktik keperawatan yang bersifat etik dan filosofikal. Caring bukan semata-mata perilaku. Caring adalah cara yang memiliki makna dan memotivasi tindakan. Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien (Carruth et all, 1999) Sikap caring diberikan melalui kejujuran, kepercayaan, dan niat baik. Caring menolong klien meningkatkan perubahan positif dalam aspek fisik, psikologis, spiritual, dan sosial. Bersikap caring untuk klien dan bekerja bersama dengan klien dari berbagai lingkungan merupakan esensi keperawatan. Dalam memberikan asuhan, perawat menggunakan keahlian, kata-kata yang lemah lembut, sentuhan, memberikan harapan, selalu berada disamping klien, dan bersikap caring sebagai media pemberi asuhan (Curruth, Steele, Moffet, Rehmeyer, Cooper, & Burroughs, 1999). Para perawat dapat diminta untuk merawat, namun tidak dapat diperintah untuk memberikan asuhan dengan menggunakan spirit caring.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Caring merupakan “heart” profesi, artinya sebagai komponen yang fundamental dari fokus sentral serta unik dari keperawatan. Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdediksi bagi orang lain pengawasan dengan waspada, perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi. Secara teoritis, pengertian caring adalah tindakan yang menunjukan pemanfaatan lingkungan pasien dalam membantu penyembuhan, memberikan lingkungan yang bersih, ventilasi yang baik dan tenang kepada klien. Caring atau care tidak mempunyai pengertian yang tegas, tetapi ada tiga makna dimana ketiganya tidak dapat dipisahkan yaitu member perhatian, bertanggung jawab dan ikhlas.

 

 

Daftar Pustaka :

Potter A. Patricia&Anne G. Perry. (2009). Fundamental Keperawatan. Edisi 7. Jakarta:  Salemba Medika.

Fikriyyah, Zulfa K. (2009). “Caring”

Style Sheet. http://aienie.blogspot.com/2009/02/caring.html (12 November 2010)

Dwidiyanti, Meidiana. (2010). “Konsep Caring”

Style Sheet. http://staff.undip.ac.id/psikfk/meidiana/2010/06/04/konsep-caring/

(12 November 2010)

Afifah, Efy. “Konsep Caring”

Style Sheet. (alamat)

(12 November 2010)

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20598/4/Chapter%20II.pdf

(12 November 2010)

About these ads

Satu pemikiran pada “Caring dalam Konsep Keperawatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s